Apa rasanya jika
kamu pergi tanpa berpamitan dengan seseorang? Atau sebelum pergi mengucapkan
kata-kata yang tidak sepantasnya?
Pernahkah
terbesit di pikiran untuk mengulang waktu kembali dan memperbaiki segalanya?
Ketika kamu sendirian dan menyadari bahwa apa yang kamu lakukan adalah salah.
Biarkan aku
bercerita tentang rumitnya perasaan ini.
Tentang segala
hal yang mengusik pikiranku belakangan ini dengan segala tetek-bengeknya yang
seharusnya tidak melintasi otak ini. terkadang aku membenci hal-hal yang muncul
ini karena dahulu aku baik-baik saja tanpa hal ini. hal-hal yang aku pikirkan
tidak sekompleks ini. tetapi sejatinya manusia memang diciptakan untuk
berpikir. Entah itu berguna untuknya, atau pun tidak. Pernahkah mendengar
sebuah kutipan, “Overthink kills you
slowly” ? kutipan tersebut menurutku benar.
Dulu ketika aku
merasa seperti ini, aku bisa bebas bercerita dengannya, bebas bercerita tentang
hal-hal mudah maupun rumit dengan gamblangnya dan dia bisa merespons sesuai
dengan yang aku harapkan. Aku benci merasa seperti ini sekarang. Ketika hampir
tidak ada yang bisa mendengar cerita ku kecuali dirinya. Tidak ada yang
mengenali diriku seperti dirinya yang mengenal diriku. Aku benci hal ini.
perasaan ini membuatku terus membandingkan orang-orang yang dekat denganku
dengan dirinya.
Apakah ini yang
namanya sakit hati? Ketika dirimu tidak bisa atau tidak boleh menggapai orang
tersebut.
Tulisan ini pun
dengan kecepatannya sendiri menjadi semakin tak terarah karena terlalu banyak
hal yang ingin ku ungkapkan tetapi tak bisa ku atur sesuka hatiku. Tuhan tahu
bagaimana rencana akan berjalan dan Ia yang akan menentukan akhir dari itu
semua. Dia pun pergi karena aku yang memintanya pergi. Ketika belajar itu
menyakitkan, belajar mengikhlaskan. Ia pun tahu bagaimana hati seorang
hambanya. Tidak sembarangan Ia memberikan ujian kepada kita. Ia tahu batasan
hambanya.
Sebuah malam
tidak akan terlewat begitu saja untuk seorang pemikir, banyak hal bisa terjadi
tergantung apa yang dipertimbangkan. Dan apa yang dipilih pun harus ditanggung
setiap kelanjutan dan risikonya dengan bijaksana.
Comments
Post a Comment